Data Dana Kampanye Ahok-Djarot & Anies-Sandi di Pilgub DKI
Surya Politik - Saat kampanye Pilgub DKI Jakarta putaran dua sudah usai. Semasing pasangan Calon Gubernur serta Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah menginformasikan dana kampanye. Baik itu pasangan calon nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) maupun pasangan calon nomor tiga, Anies Baswedan - Sandiaga Uno (Anies-Sandi), menggunakan dana kampanye yang banyak jumlahnya.
Sebut saja Ahok-Djarot yang memakai dana kampanye sepanjang mengarungi putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta meraih Rp 31, 7 Miliar. Penggunaan paling besar dana itu dipakai untuk cost operasional aktivitas kampanye termasuk juga pembuatan alat peraga kampanye, penyebaran bahan kampanye, pertemuan terbatas, pembuatan serta cost operasional di posko-posko Basuki-Djarot, dan transportasi, akomodasi, serta pembuatan iklan-iklan di media bikin ataupun elektronik.
" Keseluruhannya mengonsumsi cost sebesar Rp 31, 7 Miliar, " kata Bendahara tim Pemenangan Basuki-Djarot, Charles dalam keterangannya, Minggu (16/4).
Charles mengatakan, dana kampanye pada putaran ke-2 itu sejumlah Rp 27, 7 miliar ditambah sisa dana kampanye putaran pertama sebesar Rp 4, 8 Miliar. Dari dana Rp 27 miliar itu, dia merinci datang dari sumbangan 3. 245 orang yang meraih Rp 10 miliar serta donatur 50 tubuh hukum sebesar Rp 17, 5 miliar.
Sedang selisih dana yg tidak dapat digunakan meraih Rp 103. 870. 346 lantaran tak diperlengkapi dokumen berbentuk Formulir Pernyataan Penyumbang KPUD.
Staf Bendahara Tim Berhasil Basuki-Djarot, Michael Sianipar, memberikan, neraca keuangan penggalangan dana kampanye resmi yaitu bentuk dari pertanggungjawaban Tim Pemenangan Basuki-Djarot tidak cuma pada rakyat Jakarta, namun juga pada semua rakyat Indonesia.
Michael menerangkan, dana kampanye yang dilaporkan ke KPU DKI sejumlah keseluruhan Rp 31, 7 miliar. Rinciannya, Rp 27, 8 miliar adalah dana yang terkumpul untuk kampanye putaran ke-2 ditambah sisa dana kampanye pada putaran pertama sebesar Rp 4, 6 miliar.
" Rp 27, 8 miliar ini terbagi dalam Rp 10, 1 miliar yang yaitu sumbangan perorangan dari 3. 245 orang-orang/warga. Serta Rp 17, 6 miliar dari 50 perusahaan/tubuh hukum swasta, " terang Michael.
Dana kampanye pada putaran ke-2, paling banyak didapat dari perusahaan swasta. Hal semacam ini tidak sama dengan dana kampanye pada putaran pertama yang sebagian besar didapat dari perorangan.
" Itu bedanya dengan putaran pertama. Bila putaran pertama itu 75 % dari perorangan, kesempatan ini, lantaran kita jangkauan waktunya cuma sebulan kampanye, jadi kita kurang cukup saat untuk dapat mensosialisasikan berkaitan penggalangan dana lagi, " katanya.
Michael menerangkan, dana kampanye paling banyak di habiskan untuk pertemuan terbatas yang menggunakan Rp 11, 4 miliar, operasional posko sebesar Rp 8, 75 miliar, penyebaran bahan kampanye sebesar Rp 6, 1 miliar serta honor tenaga kerja Rp 2, 7 miliar. Empat aktivitas itu, menggunakan dana sebesar Rp 30 miliar.
Dana kampanye putaran ke-2 masihlah tersisa Rp 650 juta. Pihaknya belum bisa meyakinkan dana sisa itu bakal dipakai untuk hal-hal lain, disumbangkan atau dikembalikan ke beberapa donatur. Ini butuh ditanyakan terlebih dulu ke auditor dari KPU DKI Jakarta.
Sedang dana kampanye yang dipakai pasangan Anies-Sandi jauh dibawah Ahok-Djarot. Sepanjang masa kampanye putaran ke-2 Pilgub DKI Jakarta, Anies-Sandi menggunakan Rp 17, 9 miliar. Lewat siaran pers yang di terima merdeka. com, tim berhasil Anies-Sandiaga menyatukan dana kampanye Rp 18 miliar.
Dana itu didapat dari Sandiaga sebagai donatur paling besar yaitu Rp 16 miliar atau nyaris 89 %. Dana kampanye juga datang dari tubuh hukum swasta sekitaran Rp 1, 5 miliar atau 8 %. Serta, saldo awal dana kampanye sekitaran Rp 553 juta.
Dana itu dipakai untuk penyebaran bahan kampanye sebesar Rp 4 miliar, iklan sebesar Rp 250 juta, pertemuan tatap muka sebesar Rp 1 miliar, pertemuan terbatas Rp 50 juta. Untuk keperluan perlengkapan kampanye, tim Anies-Sandi merogoh Rp 10 juta, dana operasional sebesar Rp 830 juta. Pengeluaran paling besar untuk aktivitas lain yang nilainya Rp 10 miliar.
Aktivitas lain yang disebut yaitu konsolidasi penguatan susunan partai pengusung yang memerlukan dana Rp 7, 9 miliar, penguatan relawan Rp 146 juta, koordinasi serta kursus relawan sebesar Rp 2 miliar, serta untuk keperluan survey Rp 440 juta.
Terlebih dulu pada putaran pertama Pilgub DKI Jakarta, pasangan nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat terdaftar peroleh dana sumbangan sebesar Rp 60. 190. 360. 025. Jumlah pengeluaran kampanye pasangan petahana ini sebesar Rp 53. 696. 961. 113.
" Pasangan nomor urut dua, keseluruhan penerimaan beberapa Rp 60. 190. 360. 025. Lalu keseluruhan pengeluaran beberapa Rp 53. 696. 961. 113. Saldo per tanggal 10 februari yang mereka laporkan beberapa Rp 6. 493. 398. 912, " Komisioner KPUD DKI Jakarta, Dahlia Umar, Minggu (12/2).
Disamping itu, untuk paslon nomor urut tiga Anies Baswedan- Sandiaga Uno, terdaftar peroleh sumbangan dana kampanye sebesar Rp 65. 272. 954. 163. Untuk jumlah pengeluaran sepanjang kampanye, pasangan ini menggunakan sebesar Rp 64. 719. 656. 703.
" Pasangan Anies-Sandi mereka keseluruhan penerimaan dana kampanye sebesar Rp 65. 272. 954. 163, sedang pengeluarannya sebesar Rp 64. 719. 656. 703. Hingga saldo di rekening mereka sebesar Rp 88. 234. 163 serta di rekening spesial masihlah tersisa Rp 465. 630. 297, " tandasnya.
Berkaitan sisa dana kampanye semasing calon, KPU memohon pada ketiga pasangan calon supaya menaruh terlebih dulu sisa dana itu sembari menanti audit serta ketentuan selanjutnya dari KPUD DKI Jakarta.
" Semua pasangan calon ada sisa dana kampanye yang memanglah dengan cara ketentuan perundang-undangan tak ditata bagaimana memperlakukan sisa dana kampanye, " kata KPU.
Tetapi KPUD bakal mengaudit adakah dana itu datang dari pihak yang jati dirinya tak terang. Atau dari pencucian duit, atau dari perusahaan yang telah dinyatakan pailit.

No comments:
Post a Comment